Senin, 08 Februari 2016

Pengalaman kuliah

Mulai kuliah di Universitas Airlangga sekitar bulan September 2015. Saya adalah salah satu dari sekian mahasiswi Universitas Airlangga angkatan tahun 2015, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Jurusan Akuntansi. Saya adalah anggota kelas P, dengan jumlah mahasiswa satu kelasnya kurang lebih 50 orang.

Pertama kali masuk kuliah, saya cukup senang karena ruang kelasnya yang bersih, rapi, dan tidak sumuk. Namun, banyaknya mahasiswa dalam satu kelasnya, membuat saya merasa sedikit tidak nyaman, ditambah lagi saya masih belum mengenal satu dengan yang lain.. Seiring berjalannya waktu, saya mulai beradaptasi dengan lingkungan kampus, sebagian besar dosen yang mengajar juga baik dengan karakter dan cara mengajar yang tentunya berbeda-beda, saya juga sudah mulai mengenal teman-teman di kelas dan sebagian besar teman-teman seangkatan saya.

Menjadi mahasiswa/i semester satu Jurusan Akuntansi, yang saat SMA mengambil jurusan IPA merupakan hal yang tidak mudah bagi saya. Awalnya agak kaget gitu ya, dan tentu perlu usaha untuk memahami materi kuliah. Tak jarang saya meminta bantuan kakak tingkat untuk mengajarkan materi-materi tertentu kepada saya di waktu luang. Jujur saja, terasa sekali perbedaan masa-masa sekolah (SMA) dengan kuliah. Saat masih sekolah, satu bab bisa dihabiskan sekitar 2-3 kali pertemuan. Namun, di kuliah, satu kali pertemuan hanya untuk satu bab. Yah, ada sih yang dua kali pertemuan untuk satu bab, namun tidak sering.

Setelah disibukkan dengan berbagai tugas, presentasi, dan lain-lain, Ujian Tengah Semester pun tiba. Saya sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari, tetapi tetap saja perasaan takut itu selalu ada. Namun, perasaan lega itu muncul ketika UTS sudah berakhir. Saya kembali melaksanakan perkuliahan saya, disibukkan kembali dengan berbagai tugas, quiz, presentasi, dan lain-lain hingga tak terasa, Ujian Akhir Semester akan dilaksanakan. Tentunya saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi UAS mulai dari belajar bareng sama teman, kakak tingkat, membaca buku-buku, dan tak lupa berdoa untuk kelancaran dan hasil UAS. UAS pun berakhir dan liburan tiba. Yey!

Saya telah melewati masa-masa dimana saya menjadi mahasiswa yang masih baru. Saya juga telah menerima hasil nilai atau ipk yang memuaskan. Puji Tuhan. Semoga saya bisa lebih baik lagi untuk semester-semester berikut nya.

Jumat, 14 Maret 2014

Espresso, Macchiato, Capuccino, Latte? What's the different?

1. Espresso

Espresso

Espresso adalah kopi yang diseduh dengan sejumlah air yang hampir mendidih. Espresso umumnya lebih kental dibandingkan kopi tubruk atau metode kopi jenis lainnya. Konsentrasi kopinya sangat tinggi dan biasanya diproses dengan memberikan  tekanan tertentu sehingga sari kopinya benar-benar diperas habis. Espresso asli biasanya diminum tanpa campuran pemanis ataupun susu, dan disajikan dalam gelas kecil yang disebut dengan shot.

2. Macchiato



Caffee Macchiato

Macchiato adalah jenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio kopi dan susu, 4:1. Macchiato memiliki dua jenis, yaitu espresso macchiato dan latte macchiato.

Perbedaan antara dua jenis kopi tersebut adalah Espresso macchiato dibuat dengan menambahkan sedikit susu ke dalam segelas espresso. Sedangkan apabila espresso yang ditambahkan ke dalam segelas susu, maka minuman tersebut disebut dengan latte macchiato.
Espresso macchiato disajikan dalam cangkir espresso kecil (demitasse) berukuran 60-90ml. Banyak dari orang Italia yang menambahkan gula pada minuman ini. Sedangkan latte macchiato disajikan dalam gelas tinggi yang berukuran lebih besar.

3. Capuccino
 
 Cappucino 
 
Kopi dengan penambahan susu, krim dan serpihan cokelat. Cappuccino biasanya didefinisikan sebagai 1/3 espresso, 1/3 susu yang dipanaskan dan 1/3 susu yang dikocok hingga berbusa. Definisi yang lain menyebutkan 1/3 espresso dan 2/3 mikrofoam. Selain espresso yang baik, unsur terpenting dalam membuat cappuccino adalah tekstur dan temperatur susu.

4. Latte
 
  
 
Latte adalah jenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi, 3:1 dan memiliki lapisan busa yang tipis di bagian atasnya. Di AS kombinasi latte terdiri dari sepertiga espresso dan dua pertiga susu panas, sehingga lebih terasa susunya dibanding cappuccino.